SuaraBlora.com – Seorang petani ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Rabu (8/4/2026) subuh. Korban diketahui berinisial S (55).
Korban diduga meninggal setelah penyakit vertigo yang dideritanya kambuh saat beraktivitas di sawah. Ia diperkirakan terjatuh hingga akhirnya tak sadarkan diri.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban. Sebelumnya, korban berpamitan pergi ke sawah pada Selasa (7/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Namun hingga malam hari, ia tak kunjung pulang.
Dalam kondisi kurang sehat, sang istri sempat merasa cemas. Pencarian baru dilakukan pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB dengan menggunakan senter.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Plh Kapolsek Bogorejo IPTU Gito Prayitno menjelaskan, korban ditemukan di sawah yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.
“Istri korban mencari menggunakan senter dan melihat cangkul berdiri di pinggir sawah. Setelah didekati, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sawah yang tergenang air,” terang IPTU Gito Prayitno.
Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Bogorejo bersama tim medis Puskesmas setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan.
“Korban diketahui memiliki riwayat sakit vertigo. Diduga saat penyakitnya kambuh, korban terjatuh dengan posisi wajah terbenam di air sehingga mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak karena kesulitan bernapas,” tambah Plh. Kapolsek Bogorejo.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.











