55 Koperasi Merah Putih Diluncurkan, Bupati Blora Genjot Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa

Bupati Blora Arief Rohman Sedang Ikuti Peluncuran KDMP di Desa Trembulrejo Ngawen Blora/SuaraBlora.Com

BLORA,SUARABLORA.COM — Pemerintah Kabupaten Blora mulai mempercepat penguatan ekonomi berbasis desa melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak 55 koperasi resmi diluncurkan secara serentak pada Sabtu (16/5/2026), bersamaan dengan peresmian nasional program Koperasi Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Peluncuran Pertama ini berada di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen yang secara langsung terhubung virtual dengan agenda nasional yang berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pemerintah daerah menargetkan koperasi tersebut menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan bahwa KDKMP tidak hanya dibentuk sebagai koperasi formal semata, melainkan diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat yang mampu menopang sektor pertanian, distribusi pangan, hingga pemberdayaan UMKM desa.

“Dengan operasionalisasi KDKMP ini, kami berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat demi kesejahteraan masyarakat Blora,” ujar Arief Rohman dalam sambutannya.

Menurutnya, dari total 295 desa dan kelurahan di Kabupaten Blora, saat ini sudah terbentuk sebanyak 223 KDKMP. Sebagian di antaranya bahkan telah mulai menjalankan operasional dan aktivitas usaha di tingkat desa.

“Masih ada sekitar 62 titik yang belum dibangun. Ini akan terus kami dorong agar pembentukan KDKMP bisa merata di seluruh wilayah Blora,” katanya.

Arief menjelaskan, Desa Trembulrejo dipilih sebagai lokasi peluncuran karena dinilai memiliki kesiapan manajemen, sistem pengelolaan, serta aktivitas koperasi yang relatif lebih maju dibanding wilayah lain.

Pemerintah Kabupaten Blora berharap pola pengelolaan koperasi di desa tersebut dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lainnya.

“Kami ingin KDKMP benar-benar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Ke depan kami juga berharap koperasi ini bisa bersinergi dengan program MBG, terutama dalam penyediaan kebutuhan bahan pokok dan distribusi pangan,” tambahnya.

Selain diarahkan sebagai penggerak ekonomi desa, KDKMP juga diposisikan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Pemkab Blora turut menggandeng jajaran TNI, termasuk Korem 073/Makutarama dan Kodim 0721/Blora.

Komandan Korem 073/Makutarama, Arm Ezra Nathanael, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan aparat TNI dalam mendukung percepatan pembentukan koperasi di tingkat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak sehingga peresmian ini dapat terlaksana dengan baik. Setelah diresmikan, koperasi yang sudah berjalan harus benar-benar dimaksimalkan operasionalnya,” tegasnya.

Ia menilai program KDKMP merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa. Karena itu, dukungan lintas sektor dinilai menjadi faktor penting agar koperasi tidak berhenti hanya pada tahap pembentukan administrasi.

“Program ini harus kita dukung bersama. Mari bahu membahu memanfaatkan keberadaan KDKMP dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” lanjut Arm Ezra.